Selasa Kliwon,  17 September 2019 10:56 WITA
Pusat Pemerintahan Kab. Badung,
Jl. Raya Sempidi, Mengwi, Badung, Bali 80351
Telepon : +62 361 - 9009410
Email : info@diskopperindag.badungkab.go.id
Kunjungi kami di
 

FOTO KEGIATAN
Foto Kegiatan Lainnya

September, 2019
MSSR KJS
1234567
891011121314
1516 1718192021
22232425262728
2930     

BANK DATA

KRITIK DAN SARAN
2015-06-09 11:07:40
  Vania Clarissa
  saran
 
2013-03-13 15:58:35
  Putu Agus Wirawan
  Informasi Peta jenis tanah
 
2013-03-13 15:04:03
  Dewa Adi
  Selamat dan Sukses
 
2013-03-13 15:02:46
  Yoga Mahendra
  Bibit jahe Gajah
 
2013-03-13 15:00:47
  I Made Dwi Adnyana
  Beli pupuk kandang/kompos
 

 
ARTIKEL DETAIL
http://diskopperindag.badungkab.go.id/ - Sabtu, 09 Maret 2013
Konsep pertanian organik
Dibaca: 1178 Pengunjung


Oleh : administrator

Sumber Photo : http://sistempertanianorganik.wordpress.com.

Pertanian Organik adalah sistem produksi pertanian yang menghindari atau sangat membatasi penggunaan pupuk kimia (pabrik), pestisida, herbisida, zat pengatur tumbuh dan aditif pakan.

Budidaya tanaman berwawasan lingkungan adalah suatu budidaya pertanian yang direncanakan dan dilaksanakan dengan memperhatikan sifat-sifat, kondisi dan kelestarian lingkungan hidup, dengan demikian sumber daya alam dalam lingkungan hidup dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga kerusakan dan kemunduran lingkungan dapat dihindarkan danmelestarikan daya guna sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Pertanian organik adalah sistem manajemen produksi terpadu yang menghindari penggunaan pupuk buatan, pestisida dan hasil rekayasa genetik, menekan pencemaran udara, tanah, dan air. Di sisi lain, pertanian organik meningkatkan kesehatan dan produktivitas di antara flora, fauna dan manusia. Penggunaan masukan di luar pertanian yang menyebabkan degradasi sumber daya alam tidak dapat dikategorikan sebagai pertanian organik. Sebailknya, sistem pertanian yang tidak menggunakan masukan dari luar, namun mengikuti aturan pertanian organik dapat masuk dalam kelompok pertanian organik, meskipun agro-ekosistemnya tidak mendapat sertifikasi organik.

Alam ciptaan Allah Ta’ala “mengajari” kebajikan bagi umat manusia. Alam merupakan suatu kesatuan, terdiri dari banyak bagian, seperti organisme dengan organ-organnya. Semua bagian berjalan dalam harmoni, saling melayani dan berbagi. Tiap organ memiliki peran masing-masing, saling melengkapi dan memberikan sinergi untuk menghasilkan keseimbangan secara optimal, dan berkelanjutan. Setiap komponen tidak berpikir dan beraksi hanya demi ‘aku’, tetapi untuk ‘kita’: keseluruhan alam. Sesuai Sunnatullah, alam berjalan secara harmonis,”mengatur” bagian-bagiannya dalam keseimbangannya dan keteraturannya yang menakjubkan.

Pertanian organik (PO) juga tunduk pada prinsip diatas, pada hukum alam. Segala yang ada di alam adalah berguna dan memiliki fungsi, saling melengkapi, melayani dan menghidupi untuk semua. Dalam alam ada keragaman hayati dan keseimbangan ekologi. Maka, PO pun menghargai keragaman hayati dan keseimbangan ekologi. Berjuta tahun alam membuktikan prinsipnya, tak ada eksploitasi selain optimalisasi pemanfaatan. Demikian halnya PO, tidak untuk memaksimalkan hasil, tidak berlebih; tetapi cukup untuk semua makhluk dan berkesinambungan. Inilah filosofi mendasar PO.

Perkembangan Pertanian Organik

Praktek pertanian yang menggunakan bibit unggul yang dihasilkan oleh perusahaan benih, bahan-bahan kimia
buatan pabrik (agrokimia) —baik untuk pemupukan lahan dan pengendalian hama— awalnya dirasakan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian. Namun, setelah beberapa dekade, praktek tersebut menimbulkan permasalahan khususnya terhadap kerusakan ekosistem lahan pertanian dan kesehatan petani itu sendiri.

Penurunan hasil pertanian yang dibarengi dengan meningkatnya daya tahan hama dan penyakit tanaman, disebabkan karena fauna tanah yang bermanfaat bagi tanaman semakin berkurang dan mikroorganisme yang berguna bagi kesuburan tanah pun nyaris hilang akibat pemakaian input agrokimia yang berlebihan. Bahkan, hama dan penyakit tanaman bukannya menurun, tapi justru semakin kebal terhadap bahan-bahan kimia tersebut. Sehingga, petani memerlukan dosis yang lebih tinggi lagi untuk membasminya. Ini artinya, petani tidak saja menebar racun untuk membasmi hama dan penyakit, tetapi juga meracuni dirinya sendiri.

Perhatian masyarakat dunia terhadap persoalan pertanian, kesehatan dan lingkungan global dalam dasawarsa terakhir ini semakin meningkat. Kepedulian tersebut dilanjutkan dengan usaha-usaha yang konkrit untuk menghasilkan pangan tanpa menyebabkan terjadinya kerusakan sumber daya tanah, air, dan udara serta aman bagi kesehatan manusia. Salah satu usaha yang dirintis adalah dengan pengembangan PO yang akrab lingkungan dan menghasilkan pangan yang sehat, bebas dari residu obat-obatan dan zat-zat kimia yang mematikan.


Dibaca: 1178 Pengunjung


 
artikel Lainnya
10 Juli 2013 : Jaminan Kredit Daerah (JAMKRIDA)
10 Juli 2013 : Berat Tantangan Koperasi Pascabom
10 Juli 2013 : Pertemuan AKRI (Asosiasi Koperasi Ritel Indonesia)
10 Juli 2013 : Koperasi Bangkrut, Nasabah Ancam Demo
04 Februari 2013 : Potensi Peningkatan Hasil Ubikayu Melalui Sistem Sambung Mukibat
Cari artikel :    
 
AGENDA
23-05-2013
  Pemkab Badung Gelar Tera Ulang Alat Timbang
 
27-01-2013
  Diskopperindag Badung Sidak Barang Kadaluwarsa
 
18-12-2012
  Diskoperindag Badung Gelar Pengawasan dan Pembinaan Pelaku Usaha Terkait Nataru
 
Agenda Lainnya

VIDEO KEGIATAN
Video Kegiatan Lainnya

SITUS TERKAIT
  Pemkab Badung
  Diskoperindag Pemkab Buleleng
  Kementrian Koperasi RI
  Diskop Kabupaten Bangli
  Diskop Pemkab Klungkung
  Dinkop Jawa Timur
  Diskop Tabanan
  Diskop Kota Denpasar
  Diskop Gianyar
  Dinperindag Jawa Tengah
  Diskop Sulteng
  Diskoperindag Kabupaten Karo
  Badung Bali Trading
Situs Terkait Lainnya

JAJAK PENDAPAT
Bagaimana pelayanan publik pada Dinas Koperasi,UKM, Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap masyarakat?
Sangat Bagus
Bagus
Kurang Bagus
Jelek
 
Responden : 32 Responden
Lihat hasil

DATA PENGUNJUNG


451613

Pengunjung hari ini : 21
Total pengunjung : 98352

Hits hari ini : 126
Total Hits : 451613

Pengunjung Online: 2



 
 
Copyright © 2013 Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Badung